Toxoplasma

Selama ini, orang-orang beranggapan bahwa kucing adalah hewan yang menjadi sumber utama penularan penyakit Toxoplasma. Padahal, penyakit juga bisa ditularkan melalui semua hewan, termasuk burung dan ikan. Penyebaran virus toxoplasma juga bisa melalui makanan yang tercemar oleh kotoran binatang peliharaan kita atau makanan yang nggak dimasak secara sempurna (setengah matang).

Penyakit ini disebabkan oleh parasit Protozoa yang bernama Toxoplasma gondii. Pada infeksi akut, parasit ini bisa ditemukan bebas dalam berbagai jaringan dan cairan tubuh. Toxoplasma berkembangbiak di dalam sel darah putih, jaringan parenkhim dan sel endotel dengan cara membelah diri. Setelah membentuk kista, parasit ini akan berdiam diri di dalam jaringan syaraf mata, otot jantung, alat pencernaan dan lain sebagainya .

Gimana Cara Virus Toxoplasma Menyerang Manusia?

Pada saluran pencernaan hewan sebangsa kucing, toxoplasma bisa berkembang secara sexual dan non-sexual. Pada kotoran hewan sebangsa kucing, toxoplasma ditemukan dalam bentuk telur. Dalam waktu 48 jam telur itu membelah menjadi sporozoit. Sporozoid inilah yang berbahaya bagi manusia atau hewan lain jika tertelan melalui makanan atau minumam yang tercemar.

Tokso biasanya menginfeksi otak, tetapi bisa juga menyerang bagian tubuh -lain terutama mata. Tokso menyebabkan luka yang amat serius di otak. Pada kehamilan, tokso dapat mengakibatkan keguguran atau cacat pada bayi. Penderita Toxoplasma keadaannya akan semangkin buruk kalau kondisi fisiknya lemah, sehingga kekebalan tubuh jadi menurun, kekurangan gizi dan dalam keadaan stres. Dalam keadaan ini perempuan yang paling banyak menderita dan mempunyai resiko tinggi tertular infeksi ini, karena setiap bulan perempuan selalu mengalami menstruasi dan pada saat itulah kekebalan tubuh secara alami akan menurun dengan drastis dan kondisi tubuhnya akan melemah. Tapi, bukan berarti kaum laki-laki terbebas dari penyakit ini, asal selalu menjaga kondisi tubuhnya dengan baik. Untuk terhindar dari penyakit ini, asal selalu menjaga kondis tubuhnya dengan baik.

Tips-tips menghindari Virus Toxoplasma
Kalau kamu memelihara kucing di rumah :
1. Berikan makanan yang sudah dimasak secara sempurna, atau berikan makanan kucing yang biasa dijual di petshop.
2. Sediakan tempat khusus untuk si kucing kita buang air.
3. Jaga kebersihan si kucing termasuk kandang dan tempat pasir kucing.
4. Jaga kesehatan kucing kita dengan memeriksakannya secara rutin ke dokter hewan.
5. Jangan biarkan kucing kita berkeliaran di luar rumah dan ‘bergaul’ dengan kucing liar.

Pencegahan untuk diri kita sendiri :
1. Hindari memakan makanan setengah matang dan buah atau sayuran yang belum dicuci bersih.
2. Hindari menggosok mata atau menyentuh muka saat sedang menyiapkan makanan.
3. Cuci tangan sebelum makan dan setelah melakukan kontak dengan kucing, tanah, dan daging mentah.
4. Cuci perlatan makan dengan bersih.
5. Pakai sarung tangan saat sedang membersihkan kotoran kucing dan saat berkebun.

http://astipermatasari.blogspot.com/2009/03/selama-ini-orang-orang-beranggapan.html

Waktu kecil Ibu berkali-kali mengungsikan kucing rumah dengan alasan karena si kakak sudah sempat terkena penyakit asma. Satu atau dua kucing mungkin masih mudah dipelihara, tetapi saat itu kita memiliki kurang lebih sembilan jenis kucing anggora.

Sekalipun demikian, aku tetap mencintai binatang yang satu ini. Sampai pada akhirnya teman berkata “Pelihara kucing ya? hati-hati kena tokso…”

===============================

Toxoplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit toxoplasma gondii. Pada umumnya, parasit ini menyerang mahluk hidup yang berdarah hangat termasuk manusia, kucing, domba dan babi.

Penyebab tokso

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terserang tokso, diantaranya:

1. Tangan yang menyentuh mulut setelah berkebun, membersihkan tempat kucing termasuk kontak dengan feses/tinja kucing.
2. Mengkonsumsi daging mentah atau setengah matang, diantaranya daging babi,domba dan rusa.
3. Tangan yang menyentuh mulut setelah kontak langsung dengan daging mentah atau setengah matang.
4. Transplantasi atau transfusi organ (walaupun ini termasuk kasus yang jarang terjadi).

Tanda-tanda terinfeksi tokso

Pada umumnya orang tidak mengetahui jika dirinya telah terinfeksi tokso. Namun biasanya gejalanya mirip dengan sakit flu, mulai dari pembengkakan kelenjar, hingga otot badan yang terasa pegal atau nyeri dalam hitungan hari ataupun beberapa minggu. Namun jika anda memiliki imunitas tubuh yang normal, anda tidak akan terinfeksi kembali.

Tosko dan Ibu hamil

Walaupun dampaknya tidak langsung kepada sang Ibu, namun calon bayi berada dalam resiko yang besar jika terdeteksi positif tokso.

NIH (U.S National Institute of Health) memaparkan bahwa Ibu hamil yang baru terinfeksi tokso memiliki 40% kemungkinan untuk meneruskan parasit tersebut kepada calon bayi. Sebaliknya, wanita yang terinfeksi tokso lebih dari 6 bulan sebelum hamil, kemungkinan besar anak mereka tidak akan terinfeksi.

Bayi yang baru lahir dan terdeteksi tokso biasanya tidak akan langsung menunjukkan kelainan walaupun sebagian kecil lahir dengan kerusakan pada bagian penglihatan dan otak.

Menghindari Tokso

Penyakit ini memang terdengar sangat menyeramkan, namun jangan kuatir. Berikut ada beberapa langkah yang bisa anda ikuti guna hidup lebih sehat dan tanpa harus menyingkirkan kucing anda dari rumah.

1. Jika anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, sebaiknya anda tes tokso melalui tes darah di laboratorium. Jika hasil tes ternyata positif, dokter anda dapat memberi bantuan termasuk obat-obatan yang sekiranya dapat mencegah agar infeksi tidak kembali aktif.
2. Jika anda memiliki rencana untuk hamil, sebaiknya anda tes tokso. Jika hasilnya positif, jangan kuatir akan meneruskan penyakit tersebut ke bayi anda karena seharusnya anda sudah memiliki kekebalan tubuh terhadap parasit tersebut.
3. Jika anda sedang mengandung, sebaiknya anda mengkonsultasikan bahaya toksoplasma dengan dokter anda yang kemudian dilanjutkan dengan pengambilan darah untuk di tes.
4. Gunakan sarung tangan saat berkebun, memegang tanah atau membersihkan box kucing.
5. Cuci tangan anda dengan baik dan bersih menggunakan sabun setelah beraktifitas diluar sebelum makan ataupun memegang makanan.
6. Jika tidak ada orang lain yang dapat kontak langsung dengan daging mentah, sebaikanya anda menggunakan sarung tangan dan cuci bersih seluruh peralatan dapur yang menyentuh daging mentah termasuk pisau dan talenan. Setelah itu, cuci tangan anda dengan sabun dan air hangat.
7. Masak daging hingga matang, terutama daging sapi dan babi.

Perhatikan kesehatan kucing anda

Ada beberapa langkah yang dapat anda ikuti jika tetap ingin memelihara kucing, diantaranya:

1. Memberikan makanan kaleng kucing atau makanan kering dan biarkan kucing berada di dalam ruangan.
2. Kucing yang berada diluar rumah dan mengkonsumsi daging mentah, seperti binatang mengunggis (tikus, kelinci dsb) ataupun burung dapat terinfeksi parasit tersebut. Oleh sebab itu, jangan biarkan kucing anda tersebut masuk ke dalam ruang tidur atau bersentuhan dengan bantal maupun furniture lainnya.
3. Sebaiknya orang yang sehat dan tidak hamil membersihkan box kucing (litter tray) tempat buang air kecil ataupun besar, membersihkan/menggantinya setiap hari, gunakan sarung tangan dan setelah itu cuci tangan anda dengan sabun dan air hangat hingga bersih.
4. Dokter hewan anda dapat menjalakan sebuah tes yang menunjukkan apabila kucing anda terinfeksi parasit tersebut.

Pengobatan terhadap tokso

Anda dan dokter anda dapat berdiskusi lebih jauh jika telah terbukti adanya penyakit tokso. Bagi orang yang sehat dan tidak hamil, perawatan tidak diperlukan karena biasanya gejala tokso akan hilang dalam beberapa minggu.

Bagi wanita hamil atau orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, tersedia obat-obatan yang dapat mengobati parasit penyebab penyakit tokso.

==============================

Profesi saya jelas bukanlah seorang dokter :)

seluruh informasi diatas saya dapatkan dari:

http://www.medicinenet.com/toxoplasmosis/article.htm

satu hal lagi yang pernah saya dengar, supaya kita mencuci buah-buahan atau sayuran dengan air matang terlebih dahulu sebelum di konsumsi.

http://kesehatan.kompasiana.com/2009/12/15/toksoplasma/

Tanya Jawab Seputar Toxoplasma

(drh. Neno Waluyo S, 2007)

Apakah Toxoplasma dan Toxoplasmosis itu ?
Toxoplasma atau Toxoplasma gondii adalah sejenis hewan bersel satu yang sering juga disebut protozoa. Toxoplasma merupakan parasit yang dapat menginfeksi hewan dan manusia.
Toxoplasmosis adalah nama penyakit pada hewan dan manusia yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii.

Mengapa Toxoplasma gondii sering disebut virus ?
Toxoplasmosis terkenal sebagai salah satu penyakit yang harus diwaspadai pada ibu-ibu atau calon ibu yang hendak mengandung anaknya (hamil). Penyakit lainnya adalah Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Semua penyakit ini sering disingkat menjadi TORCH (Toxoplasma,Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes). Ketiga penyakit terakhir disebabkan oleh virus, sehingga orang sering salah pengertian dan menganggap toxoplasma adalah virus.

Siapa saja yang dapat terinfeksi toxoplasma ?
Semua orang dapat terinfeksi toxoplasma. Laki-laki dan perempuan baik muda ataupun tua dapat terinfeksi toxoplasma.

Hewan apa saja yang dapat terinfeksi toxoplasma ?
Hampir semua hewan berdarah panas dapat terinfeksi toxoplasma. Hewan yang sering berada disekitar manusia & kucing seperti sapi, kuda, tikus, domba, anjing, ayam, burung, babi dll juga dapat terinfeksi toxoplasma. Satwa liar seperti musang, harimau, anjing hutan, dll juga dapat terinfeksi toxoplasma.

Mengapa kucing dianggap sebagai sumber utama penularan toxoplasma ?
Sebenarnya semua hewan berdarah panas dapat terinfeksi dan menularkan toxoplasma kepada manusia. Toxoplasma berkembang biak mengikuti suatu siklus hidup (seperti siklus hidup pada kupu-kupu). Toxoplasma dapat berkembang dengan cara membelah diri (non seksual) dan seksual (makro gamet dan mikro gamet). Pada hewan-hewan selain kucing toxoplasma berkembang biak dengan cara non seksual. Kucing adalah inang definitif toxoplasma. Dalam tubuh kucing, toxoplasma dapat berkembangbiak dengan cara seksual dan non seksual.

Bagaimana cara penularan toxoplasma ?
Kucing yang terinfeksi toxoplasma hanya menyebarkan ookista dalam jangka waktu tertentu, yaitu sekitar 10 hari sejak terinfeksi. Setelah 10 hari jumlah ookista yang disebarkan biasanya sangat sedikit dan mempunyai resiko penularan yang sangat kecil. Penyebaran ookista ini biasanya terjadi pada kucing muda. Penyebaran ookista biasanya tidak terjadi pada kucing dewasa karena sistem kekebalan tubuh mereka lebih baik dan relatif dapat mengendalikan sendiri infeksi toxoplasma tersebut.

Manusia atau hewan dapat tertular bila menelan kista atau ookista toxoplasma. Kista atau ookista ini bersifat seperti “telur”. Telur yang tertelan tersebut akan menetas dan berkembang di dalam tubuh hewan atau manusia.

Kista tersebut dapat hidup dalam otot (daging) manusia dan berbagai hewan lainnya. Penularan juga dapat terjadi bila hewan atau manusia tersebut memakan daging mentah atau daging setengah matang yang mengandung kista toxoplasma.

Kista toxoplasma juga dapat hidup di tanah dalam jangka waktu tertentu. Dari tanah ini toxoplasma dapat menyebar melalui hewan, tumbuh-tumbuhan atau sayuran yang kontak dengan kista tersebut.

Mengapa orang yang tidak memelihara kucing bisa terinfeksi toxoplasma ?
Toxoplasma terdapat diseluruh dunia secara meluas. Kucing bukanlah sumber utama penularan toxoplasma. Yang pasti orang tersebut pernah menelan kista toxoplasma yang masih hidup. Kista bisa berada pada sayuran atau daging yang tidak dimasak sempurna.

Benarkah toxoplasma menular melalui liur dan bulu kucing ?
Tidak. Bentuk menular dari toxoplasma adalah bradizoit dan kista, kista hanya dikeluarkan oleh kucing yang positif terinfeksi melalui kotorannya (feces). Selama bulu dan liur kucing tidak mengandung kista kita tidak akan tertular toxoplasma bila membelai bulu kucing. Bahkan bila pada bulu kucing terdapat kista, dan pindah ke tangan kita pada saat membelai bulunya, penularan masih bisa dicegah dengan mencuci tangan dengan sabun hingga bersih.

Bagaimana gejala manusia yang terinfeksi toxoplasma ?
Sebagian besar manusia yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sama sekali (subklinis). Meskipun jarang terjadi, pada infeksi yang akut dapat mengakibatkan pembengkakan kelenjar pertahanan (limfoglandula) yang terdapat disekitar leher, ketiak, dll.

Apa akibat toxoplasma pada hewan
Sebagian besar infeksi toxoplasma pada hewan bersifat sub klinis (ringan dan tidak menunjukkan gejala sama sekali). Pada infeksi yang parah dapat menyebabkan diare dan cacat pada fetus kucing atau hewan lainnya

Bagaimana akibat toxoplasma pada manusia
Pada pria, infeksi akut toxoplasma dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening. Bila berlangsung terus menerus dapat menyebabkan kemandulan. Toxoplasma dan menginfeksi dan menyebabkan peradangan pada saluran sperma. Radang yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya penyempitan bahkan tertutupnya saluran sperma. Akibatnya pria tersebut menjadi mandul, karena sperma yang diproduksi tidak dapat dialirkan untuk membuahi sel telur.

Seperti pada pria, infeksi toxoplasma yang berlangsung terus menerus dapat menginfeksi saluran telur wanita. Bila saluran ini menyempit atau tertutup, sel telur yang telah dihasilkan oleh indung telur (ovarium) tidak dapat sampai ke rahim untuk dibuahi oleh sperma.

Yang paling berbahaya adalah akibat toxoplasma terhadap Janin/fetus. Kista toxoplasma bisa berada di otak janin menyebabkan cacat dan berbagai macam gangguan syaraf seperti gangguan syaraf mata (buta, dll). Akibat lainnya adalah janin dengan ukuran kepala yang besar dan berisi cairan (hidrocephalus).

Tindakan Pencegahan Toxoplasma

(drh. Neno Waluyo S, 2007)

Pencegahan pada kucing atau hewan peliharaan lainnya

Periksakan kucing kesayangan anda ke dokter hewan. Tes laboratorium untuk toxoplasma biasanya menggunakan antibodi dari darah kucing. Untuk daerah Jakarta tes biasanya dilakukan di Rumah sakit hewan Jakarta (ragunan) atau dinas peternakan. Biaya tes berkisar Rp 200-300 ribu.

Kucing yang positif terinfeksi toxoplasma harus diberi obat. Obat yang diberikan biasanya berupa antibiotik clyndamicin. Konsultasikan hal ini dengan dokter hewan anda.

Jangan berikan makanan berupa daging atau ikan yang masih mentah.

Kucing yang mengkonsumsi makanan komersial berupa makanan kering atau kalengan dan selalu berada di dalam rumah, sangat jarang bahkan tidak akan pernah terinfeksi toxoplasma.

Bersihkan kotak litter pasir/kotoran kucing setiap hari.

Cegah kucing berburu tikus atau berkeliaran diluar rumah.

Cegah kucing peliharaan anda kontak dengan kucing liar.

Selalu jaga kebersihan dan kesehatan kucing kesayangan anda.

Pencegahan secara umum

Segera periksakan diri anda positif toxoplasma atau tidak. Terutama para wanita atau wanita yang mempunyai rencana untuk hamil. Tes darah bisa dilakukan di beberapa laboratorium diagnostik seperti Prodia. Konsultasikan hal ini dengan dokter langganan anda.
Lihat juga : Pemeriksaan Laboratorium Toxoplasma.

Masak daging dengan sempurna, minimal dengan suhu 70 oC

Cuci tangan, dan peralatan yang berhubungan dengan pengolahan daging dengan sabun

Cuci buah-buahan dan sayuran dengan bersih

Gunakan sarung tangan pada saat berkebun atau kontak dengan tanah. Tanah yang terkontaminasi toxoplasma melalui feces kucing adalah sumber infeksi yang potensial.

Pencegahan pada Ibu hamil

Agar ibu hamil terhindar dari infeksi toksoplasmosis, ikuti langkah-langkah pencegahan infeksi sedini mungkin:

kucing atau binatang piaraan yang ada di rumah segera bawa ke dokter hewan, untuk mengetahui apakah binatang peliharaan terinfeksi parasit toksoplasma secara aktif atau tidak

Apabila kucing atau binatang piaraan tersebut terlihat sakit mungkin masih dalam masa penularan selama kurun 6 minggu sebaiknya dititipkan ketempat penitipan bintang.

Jangan biarkan bintatang peliharaan anda memburu mangsanya sendiri diluar rumah ,dan jangan berikan makanan daging mentah.

Jangan mengadakan kontak langsung, baik dengan kandang maupun kotoran hewan piaraan. Mintalah orang lain untuk membersihkannya. Jika terpaksa harus membersihkan sendiri, pakailah sarung tangan, dan cucilah tangan Anda sampai bersih. Jangan lupa untuk member-sihkan kandang kucing setiap hari.

Hindari mengkonsumsi daging mentah, setengah matang atau minum susu yang belum disterilkan.

Cuci sampai bersih sayuran dan buah-buahan sebelum Anda konsumsi.

Segeralah konsultasikan ke dokter bila Anda kemungkinan terinfeksi parasit toksoplasma akibat binatang peliharaan dirumah.

http://www.kucingkita.com/modules.php?name=Sections&op=viewarticle&artid=54

Toxoplasmosis Kongenital

1. Identifikasi

Merupakan penyakit sistemik Coccidian protozoan, infeksi biasanya tanpa gejala atau muncul dalam bentuk akut dengan gejala limfadenopati atau dengan gejala menyerupai mononucleosis infectiosa disertai dengan demam, linfadenopati dan linfositosis yang berlangsung sampai berhari-hari atau beberapa minggu.

Dengan terbentuknya antibodi, jumlah parasit dalam darah akan menurun namun kista Toxoplasma yang ada dalam jaringan tetap masih hidup. Kista jaringan ini akan reaktif kembali jika terjadi penurunan kekebalan. Infeksi yang terjadi pada orang dengan kekebalan rendah baik infeksi primer maupun infeksi reaktivasi akan menyebabkan terjadinya Cerebritis, Chorioretinitis, pneumonia, terserangnya seluruh jaringan otot, myocarditis, ruam makulopapuler dan atau dengan kematian. Toxoplasmosis yang menyerang otak sering terjadi pada penderita AIDS.

Infeksi primer yang terjadi pada awal kehamilan dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada bayi yang dapat menyebabkan kematian bayi atau dapat menyebabkan Chorioretinitis, kerusakan otak disertai dengan kalsifikasi intraserebral, hidrosefalus, mikrosefalus, demam, ikterus, ruam, hepatosplenomegali, Xanthochromic CSF, kejang beberapa saat setelah lahir.

Jika infeksi terjadi pada usia kehamilan yang lebih tua dapat menyebabkan penyakit subklinis yang gejalanya akan timbul kemudian, misalnya berupa Chorioretinitis kronis yang berulang.

Pada wanita hamil dengan kekebalan tubuh yang rendah dengan Toxoplasma seropostif, dapat terjadi reaktivasi dari infeksi laten yang walaupun jarang dapat menyebabkan toxoplasmosis kongenital. Organisme yang “tidur” pada orang dengan infeksi laten dapat terjadi reaktivasi dan menyebabkan toxoplasmosis serebral terutama pada orang yang menderita imunodefisiensi seperti pada penderita AIDS.

Diagnosa ditegakkan selain berdasarkan gejala klinis juga didukung dengan pemeriksaan serologis atau ditemukannya organisme didalam jaringan atau cairan tubuh melalui biopsi atau nekropsi atau isolasi pada binatang atau pada kultur sel. Kenaikan titer antibodi menandakan adanya infeksi aktif. Ditemukannya IgM yang spesifik dan atau terjadinya peningkatan titer IgG pada darah yang diambil secara serial pada bayi baru lahir menunjukkan terjadinya infeksi kongenital. Titer IgG yang tinggi bisa bertahan selama bertahun tahun dan tidak ada hubunganya dengan penyakit aktif.

2. Penyebab Penyakit

Toxoplasma gondii, merupakan suatu coccidian protozoa intraseluler pada kucing, termasuk dalam famili Sarcocystidae yang dikelompokkan kedalam kelas Sporozoa

3. Distribusi Penyakit

Tersebar diseluruh dunia pada mamalia dan burung. Infeksi pada manusia umum terjadi.

4. Reservoir

Hospes definitif dari T. gondii adalah kucing dan hewan sejenis kucing lainnya yang mendapatkan infeksi karena kucing memakan mamalia (terutama rodentia ) atau burung yang terinfeksi dan jarang sekali infeksi terjadi dari kotoran kucing yang terinfeksi.

Hospes perantara dari T. gondii antara lain biri-biri, kambing, binatang pengerat, sapi, babi, ayam, dan burung. Semua binatang tersebut dapat mengandung stadium infektif (cystozoite atau bradizoite) dari T. gondii yang membentuk kista dalam jaringan terutama jaringan otot dan otak. Kista jaringan dapat hidup dalam jangka waktu panjang kemungkinan seumur hidup binatang tersebut.

5. Cara-cara Penularan

Infeksi transplasental pada manusia terjadi pada wanita hamil karena didalam tubuh mereka terdapat trachyzoites yang membelah dengan cepat beredar dalam darah mereka. Biasanya pada infeksi primer. Anak-anak terinfeksi karena menelan oocysts yang mencemari “sandboxes” (kotak berisi pasir tempat bermain), halaman tempat anak-anak bermain dimana ditempat-tempat itu kucing membuang kotoran. Infeksi bisa terjadi karena mengkonsumsi daging mentah atau yang tidak dimasak dengan sempurna (daging babi, daging kambing dan jarang daging sapi) dimana didalam daging tersebut mengandung kista.

Makanan dan air dapat juga tercemar kotoran kucing dan jika Oocysts yang infektif pada makanan dan air yang tercemar tertelan akan terjdi infeksi. Pernah dilaporkan terjadi KLB karena inhalasi Oocysts yang berbentuk spora. Susu dari kambing dan sapi yang terinfeksi mengandng tachyzoites. Pernah dilaporkan terjadi KLB karena minum susu kambing mentah. Infeksi jarang terjadi karena transfusi atau karena transplantasi organ dari donor yang terinfeksi.

6. Masa Inkubasi

Dari 10 sampai 23 hari pada satu KLB “Commonsource” karena makan daging yang tidak dimasak; 5 sampai 10 hari dari satu KLB yang ditularkan oleh kucing.

7. Masa Penularan

Tidak langsung ditularkan dari seseorang kepada orang lain kecuali in utero. Oocysts pada kucing akan membentuk spora dan menjadi infektif dalam 1 sampai 5 hari dan tetap infektif pada air dan tanah basah lebih dari satu tahun. Kista pada daging hewan yang terinfeksi bertahan dan tetap infektif selama daging itu belum dimasak.

8. Kerentanan Dan Kekebalan

Setiap orang rentan terhadap penyakit ini tetapi kekebalan akan terbentuk sesudah infeksi dan hampir semua infeksi bersifat asymptomatic. Lama dan tingkat kekebalan tidak diketahui dengan pasti diduga berlangsung lama dan seumur hidup; antibodi bertahan selama bertahun tahun, mungkin seumur hidup. Pasien yang mendapatkan terapi cytotoxic atau terapi immunosuppressive dan penderita AIDS berisiko tinggi menjadi sakit dan mendapat infeksi ulang.

9. Cara-cara pemberantasan
A. Cara-cara pencegahan

1). Berikan penyuluhan kepada para ibu tentang upaya pencegahan seperti berikut:

a). Daging yang akan dikonsumsi hendaknya daging yang sudah diradiasi atau yang sudah dimasak pada suhu 1500F (660C), daging yang dibekukan mengurangi infektivitas parasit tetapi tidak membunuh parasit.

b). Ibu hamil yang belum diketahui telah mempunyai antibodi terhadap T. gondii, dianjurkan untuk tidak kontak dengan kucing dan tidak membersihkan tempat sampah. Pakailah sarung tangan karet pada waktu berkebun dan cucilah tangan selalu setelah bekerja dan sebelum makan.

2). Kucing diberi makanan kering, makan yang diberikan sebaiknya makanan kaleng atau makanan yang telah dimasak dengan baik. Kucing jangan dibiarkan memburu sendiri makanannya (jaga agar kucing tetap didalam rumah sebagai binatang peliharaan).

3). Buanglah kotoran kucing dan sampah tiap hari (sebelum sporocysts menjadi infektif). Kotoran kucing dapat dibuang kedalam toilet yang saniter, dibakar atau ditanam dalam- dalam. Tempat pembuangan sampah di disinfeksi setiap hari dengan air mendidih. Pakailah sarung tangan atau cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah menangani barang-barang yang terkontaminasi. Sampah kering dibuang sedemikian rupa tanpa menggoyang goyang agar oocysts tidak tersebar keudara.

4). Cucilah tangan baik-baik sebelum makan dan sesudah menjamah daging mentah atau setelah memegang tanah yang terkontaminasi kotoran kucing.

5). Awasi kucing liar, jangan biarkan kucing tersebut membuang kotoran ditempat bermain anak-anak. Kotak pasir tempat bermain anak ditutup jika tidak dipakai.

6). Penderita AIDS dengan toxoplasmosis simptomatik agar diberikan pengobatan profilaktik seumur hidup dengan pyremethamine, sulfadiazine dan asam folat.

B. Penanganan Penderita, Kontak, Lingkungan Sekitarnya

1). Laporan kepada Dinas Kesehatan setempat: Tidak diperlukan, tetapi di beberapa negara bagian di Amerika dan di beberapa negara penyakit ini wajib dilaporkan untuk pemahaman lebih lanjut terhadap epidemiologi dari penyakit ini.

2). Isolasi: Tidak ada

3). Disinfeksi serentak: Tidak dilakukan

4). Karantina: Tidak dilakukan

5). Imunisasi kontak: Tidak dilakukan

6). Investigasi kontak dan sumber infeksi: Pada infeksi kongenital lakukan pemeriksaan titer antibodi ibu; sedangkan pada infeksi yang didapat, periksalah titer antibodi pada anggota keluarga dan selidiki kemungkinan terjadinya pemajanan terhadap kotoran kucing, tanah, daging mentah tau terpajan dengan binatang yang terinfeksi.

7). Pengobatan spesifik: Untuk orang yang sehat dengan status imunitas yang baik, tidak ada indikasi untuk diberi pengobatan kecuali jika infeksi terjadi pada awal kehamilan atau adanya Chorioretinitis aktif, myocarditis atau ada organ lain yang terkena. Obat yang dipakai adalah Pyrimethamine (Daraprim®) dikombinasi dengan Sulfadiazine dan asam folat (untuk mencegah depresi sumsum tulang). Pengobatan diberikan selama 4 minggu untuk mereka yang menunjukkan gejala klinis berat. Selain obat diatas, untuk toxoplasmosis pada mata ditambahkan Clindamycin. Pada toxoplasmosis okuler, terjadi penurunan visus yang irreversible. Jika yang terserang mata maka yang dapat terkena adalah macula, syaraf mata atau papillomacular bundle, untuk mencegah hal ini diberikan kortikosteroid sistemik.Pengobatan terhadap wanita hamil menjadi masalah. Spiramycin sering digunakan untuk mencegah infeksi plasenta; jika pada pemeriksaan USG ada indikasi telah terjadi infeksi pada bayi maka berikan pengobatan pyrimethamine dan sulfadiazine.

Pyrimethamine tidak diberikan pada 16 minggu pertama kehamilan karena dikawatirkan akan terjadi teratogenik; dalam hal ini sulfadiazine dapat diberikan tersendiri. Bayi yang lahir dari ibu yang menderita infeksi primer atu dari ibu yang HIV positif selama kehamilan diberikan pengobatan pyrimethamine-sulfadiazine-asam folat selama tahun pertama sampai terbukti bahwa bayi tersebut tidak menderita toxoplasmosis kongenital. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya Chorioretinitis atau gejala sisa. Belum ada pegangan dan petunjuk yang jelas tentang pengobatan bayi yang lahir dari ibu yang HIV positif disertai toxoplasma seropositif.

C. Penanggulangan wabah: Tidak ada
D. Implikasi bencana: Tidak ada.
E. Tindakan Internasional : Tidak ada.

http://www.pppl.depkes.go.id/catalogcdc/Wc99cd8aecffa.htm

TOXOPLASMOSIS pada ANJING & KUCING

Animal welfare and proper veterinary care with individualized attention are of paramount importance to the whole Animal Clinic Jakarta Team.

Oleh:

Drh. Vici Eko Handayani.

Team Medis

ANIMAL CLINIC JAKARTA

Toxoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit protozoa coccidia Toxoplasma Gondii yang bisa menginfeksi seluruh mamalia.

Mamalia yang terinfeksi disebut induk semang (Host) dalam siklus hidupnya Toxoplasma bisa menyerang:
1.Host Definitif (Felidae termasuk kucing)
2.Host Intermeidate/ Perantara (Semua hewan berdarah panas termasuk anjing)
Dalam tubuh Host Definitif terjadi Stadium Infektif (bisa menginfeksi), sehingga bisa terjadi penyebaran penyakit. Terjadi 2 macam fase dalam tubuh kucing.
1.1

Berkembang biak dalam selaput lendir usus kucing, keluar melalui feses untukdapat menyebar (dimakan oleh hewan lain atau mencemari lingkungan)
1.2

Masuk/ menyerang organ-organ lainnya membentuk kista.
Sedangkan dalam tubuh Host Intermediate (anjing dan hewan lainnya) dapat menyerang semua organ dan membentuk kista, tanpa terjadi perkembangbiakkan dalam usus sehingga tidak dapat ditularkan lewat feses.

Penularan:

Kucing dapat tertular bila memakan ookista yang berasal dari mangsa (induk semang parasit) seperti tikus dan burung. Bisa juga tertular bila makan daging mentah. Penularan pada anjing dan hewan terjadi bila memakan ookista yang berasal dari makanan mentah seperti daging mentah, memangsa tikus, menjilat feses yang mengandung ookista.

Gejala:

Anjing dan kucing yang terinfeksi Toxoplasma, sebagian tidak menunjukkan gejala. Bila kondisi menurun (imunosupersif) bisa terjadi infeksi yang berat, bisa menunjukkan gejala pada saluran cerna seperti diare, muntah, sakit pada pada bagian perut dan icterus (sakit kuning), infeksi pada mata, kondisi umum lemah, depresi, tidak mau makan, berat badan turun dan demam. Infeksi juga terjadi pada saluran urogenital, bisa menyebabkan abortus, cacat janin. Gejala syaraf yang timbul seperti ataxia, kejang, tremor, paresis dan paralysis.

Apa yang harus dilakukan jika ingin tahu apakah terinfeksi Toxoplasma?:

Bisa dilakukan pemeriksaan laboratorium terhadap feses dan darah. Didalam feses pada stadium infeksi ditemukan ookista tetapi sangat jarang ditemukan. Lebih disarankan untuk memeriksa darah.

Pencegahan:

Anjing dan Kucing harus dihindarkan dari Toxoplasma. Sebagai contoh mencegah hewan makan makanan mentah seperti daging mentah, susu yang belum dimasak atau vektor mekanik (lalat, kecoa). Bersihkan pasir & bak kucing setiap hari.

Zoonosis:

Penyakit Toxoplasma bisa menyerang manusia. Darimana? Apa Harus dari Kucing?

Manusia tertular bila memakan daging mentah, telur mentah, termakan ookista yang terdapat dalam ‘wc’ kucing yang menderita Toxoplasma, termakan ookista yang mencemari buah dan sayur yang dimakan mentah.

Pencegahan: Apa yang dilakukan untuk menghindari terjadinya infeksi Toxoplasma?
1.Jangan makan daging & telur mentah.
2.Cuci tangan setelah menangani daging mentah.
3.Minum air yang sudah direbus.
4.Cuci tangan dan sayuran sebelum dimakan.
5.Gunakan sarung tangan jika berkebun.
6.Wanita hamil harus menghindari feses yang mengandung ookista, tanah, dan Cat litter, tidak menangani daging mentah.
7.Jaga kebersihan pasir/ Cat litter.
8.Desinfesi litter box dengan air panas.
9.Kontrol anjing liar untuk menghindari kontaminasi pada lingkungan.
10.Melakukan pengobatan pada kucing peliharaan yang terinfeksi Toxoplasma.

http://www.animalclinicjakarta.com/acj/index.php?option=com_content&view=article&id=89&Itemid=95

Apakah Hanya Kotoran Kucing Yang Menyebabkan Infeksi Toxoplasmosis?
Selain tinja kucing, apakah kotoran binatang lain dapat menyebabkan penyebaran Infeksi Toxoplasmosis?

Toxoplasmosis adalah suatu infeksi parasit yang dapat menginfkesi semua hewan dan burung bahkan juga manusia. Parasit masuk kedalam otot dari hewan atau burung ketika mereka makan daging mentah atau minum dari susu hewan lain yang sudah terinfeksi .

Tetapi karena seksual reproduksi parasit ini hanya pada Kucing sebagai host atau rumah dari parasit ini untuk berkembang biak. Kucing dapat terinfeksi ketika memakan tikus, burung atau daging mentah, atau makanan yang sudah terinfeksi oleh toxoplasmosis ini.

Dan karena tubuh kucing adalah rumah dari perkembang biakan parasit ini maka kucing akan mengeluarkan parasit ini melalui tinja atau kotoran kucing.

Kotoran kucing mengandung parasit toxoplasmosis untuk 2 minggu setelah kucing terinfeksi. Tetapi, kotoran kucing itu sendiri tetap akan merupakan sumber infeksi untuk lebih dari setahun.

Tetapi kebanyakan kasus infeksi toxoplasmosis tidak murni dari kontak dengan kucing, tetapi kebanyakan dari konsumsi daging mentah.

Manusia biasanya terinfkesi toxoplasmosis dengan cara:

- Menyentuh tinja dari kucing yang terinfeksi, secara tak sengaja termakan, misalnya saat membersihkan kotoran kucing atau bermain di pasir atau tamam yang sudah terkena kotoran kucing yang terinfeksi.
- Makan daging mentah atau yang dimasak setengah matang yang sudah terkontaminasi dengan toxoplasmosis.
- Minum susu yang belum dipasterisasi.
- Makan yang terkontaminasi makanan yang dihinggapi oleh lalat atau kecoa.

Gejala yang ditimbulkan dari infeksi ini adalah:

- Pada banyak orang timbul tampa gejala dari penyakit ini.
- Demam, nyeri tenggorokan, lelah, pembesaran kelenjar getah benig didareah leher, ketiak.
- Pada beberapa kasus dapat menyebabkan penglihatan menjadi buram atau kehilangan penglihatan.
- Orang yang sedang hamil atau orang dengan penyakit system imunitas yang rendah seperti AIDS atau kanker mempunyai resiko lebih tinggi bila terkena infeksi ini.

Kehamilan dan toxoplasmosis:

Infeksi toxoplasmosis saat hamil atau sebelum kehamilan dapat menginfeksi bayi dalam kandungannya juga. Infeksi pada bayi dalam kandungan dapat menyebabkan berbagai komplikasi.

Infeksi Toxoplasmosis : Saat Hamil?

Apa itu toxoplasmosis?

Toxoplasmosis adalah suatu infeksi protozoa Toxoplasmosa gondii, yang biasanya terjadi melalui kontak dengan tinja kucing, makan makanan mentah, atau makanan daging yang terkontaminasi dengan toxo ini.

Hanya sekitar 20% wanita hamil dengan toxoplasmosis yang menunjukkan gejala dari penyakit ini.

Tetapi jika seorang wanita terinfeksi sesaat sebelum atau selama kehamilan, maka kemungkinan sekitar 40-50% untuk menularkan ke bayi dalam kandungannya, walaupun ibu hamil sendiri tidak tanpa sakit.

Apakah resikonya bila terjadi saat hamil?

Bila infeksi toxo terjadi saat hamil maka akan dapat menyebabkan keguguran, atau bila anak lahir maka dapat timbul dengan beberapa masalah kesehatan, seperti: kelainan kongenital cacat; pembesaran hati dan limpa; Kekuningan pada kulit dan mata (jaundice); infeksi mata yang berat. dll

Apa yang sebaiknya dilakukan?

* Jadi jika anda merencanakan kehamilan atau sedang hamil , anda dapat berkonsultasi ke dokter anda apakah anda perlu untuk melakukan tes Toxo ini.

Tes toxoplasmosis biasanya akan dinilai nilai titer dari Ig M ( serangan Akut /sedang terjadi) dan Ig G ( antibodi terbentuk – pernah terjadi dimasa lalu ).

Dan bila tes Toxo anda positif aktif toxoplasmosis (ig M ) maka selanjutnya bila anda sedang hamil maka akan dilakukan pemeriksaan apakah bayi anda terinfeksi juga.

Dan dokter anda akan memberikan pengobatan terhadap infeksi Toxo ini, pengobatan akan memperendah resiko kelainan pada bayi dalam kandungan anda.

* Dan sebaiknya bila anda sedang hamil atau pencegahan yang dapat dilakukan;

-Hindari makan makanan yang dimasak setengah matang atau mentah.

-Bersihkan sayuran dan buahan sebelum dimakan dengan benar.

-Bila anda membersihkan sampah atau tempat sampah, jangan lupa menggunakan sarung tangan, atau sebaiknya serahkan tugas ini kepada anggota keluarga lainnya.

-Pakailah sarung tangan bila anda ingin mengerjakan pekerjaan kebun atau perkarangan anda, untuk menghindari kontak langsung dari kotoran hewan yang terinfeksi.

Beberapa tips pencegahan terhadap toxoplasmosis secara umum dan selama kehamilan :

* Sebaiknya bila anda merencanakan kehamilan maka konsultasikan ke dokter untuk melakukan pemeriksaan test Toxoplasmosis sebelum kehamilan anda, tujuanya bila memang anda positif terinfeksi, maka dapat dilakukan pengobatan yang optimal sebelum memasuki kehamilan anda.
* Hindari makan makanan yang dimasak mentah atau setengah matang.
* Bersihkan dan cucilah dengan baik buah-buahan atau sayuran sebelum dimakan.
* Bersihkan tangan, alat-alat dapur ( seperti; papan atau alas untuk memotong) yang dipakai untuk mengelola daging mentah, hal ini untuk mencegah kontaminasi dengan makanan lainnya.
* Jangan minum susu UNPASTEURIZED dari hewan..
* Bila anda membersihkan sampah atau tempat sampah, jangan lupa menggunakan sarung tangan, dan cucilah tangan atau sebaiknya serahkan tugas ini kepada anggota keluarga lainnya, bila anda sedang hamil.
* Pakailah sarung tangan bila anda ingin mengerjakan pekerjaan kebun atau perkarangan anda, untuk menghindari kontak langsung dari kotoran hewan yang terinfeksi.

* Untuk anda yang memelihara kucing :
o Bila anda memelihara kucing, maka saat anda mencoba untuk hamil atau sedang hamil, serahkanlah tugas membersihkan kotoran kucing kepada anggota yang lainnya.
o Bersihkanlah kotoran kucing anda setiap hari dan ingat untuk menggunakan sarung tangan dan cucilah tangan anda setiap selesai membersihkan.
o Cucilah tangan setiap selesai bermain dengan kucing anda
o Buanglah kotoran kucing dalam plastik ke tempat sampah, jangan menanam atau meletakanya di dekat kebun atau taman anda.
o Jangan memberi makan daging mentah untuk kucing anda.
o Periksakanlah ke dokter hewan bila anda melihat bahwa kucing anda terdapat tanda-tanda sakit.
o Kucing yang dipelihara didalam rumah, yang tidak diberi daging mentah, dan tidak menangkap burung atau tikus, biasanya tidak terinfeksi.

© Dr. Suririnah- http://www.infoibu.com

http://www.infoibu.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=66

TOXOPLASMA PADA PRIA BISA BIKIN BUTA HINGGA MANDUL

Selama ini toksoplasmosis dianggap hanya diderita oleh wanita dan sangat berbahaya bagi wanita hamil. Padahal, siapa saja bisa terkena dan terjangkit penyakit ini.

Bagaimana menghindarinya?
Saat Heri (30) sedang mengendarai mobilnya menuju ke kantor, tiba-tiba saja penglihatannya sebelah kanan kabur. Tiap kali dia melihat benda yang berada di sebelah kanan, benda tersebut menjadi berbayang dan kabur. Padahal sebelumnya dia tak merasakan gejala yang aneh pada sebelah matanya itu. Heri bingung dan panik. Mungkinkah diusia yang masih muda itu ida sudah terkena katarak atau penyakit kekurangan viatamin A?

Setelah Heri memeriksakan matanya, barulah diketahui kalau retina mata sebelah kanannya rusak karena terinfeksi virus toksoplasma, bukan akibat kekurangan vitamin A atau benda asing yang masuk ke mata.

Kepastian infeksi tersebut diperkuat dengan hasil tes darah yang menunjuk, dia pernah kena toksoplasmosis yang menyerang retina mata. Apalagi selama ini Heri gemar menyantap daging panggang setengah matang. Walau dia tahu risiko terkena toksoplasma, namun Heri tak bisa menghentikan kebiasaannya menyantap makanan favoritnya itu hingga akhirnya dia benar-benar terkena toksoplasma.

Dokter Indra G. Mansur DHES, Sp.And dari bagian Biologi Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengungkapkan penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa bersel tunggal ini disebut toxoplasma gondii.

”Namun parahnya, penyakit ini sering menyerang manusia tanpa didahului gejala yang khas. Walhasil, banyak orang baru mengetahui ketika kondisinya telah lemah. Selain mata, penyakit yang disebabkan oleh hewan bersel satu (protozoa) yang bersifat parasit ini, bisa menyerang organ tubuh mana pun, seperti otak, katup jantung, dan otot,” paparnya.

Sangat mudah menular

Penyakit toksoplasma ini memang sangat mudah menular, apalagi virus toksoplasma mempunyai siklus hidup pada binatang dan manusia yang kerap berdekatan dengan binatang. Tak heran, jika selama ini penyakit toksoplasmosis sering dijumpai pada orang–orang yang mempunyai kebiasaan memelihara binatang, kucing misalnya.

Kucing yang gemar memangsa tikus ini dapat terinfeksi melalui tikus yang dilahapnya. Bila terinfeksi, maka tinja kucing bisa mengandung oosist (salah satu bentuk toksoplasma yang dapat menimbulkan infeksi, red). Di usus kucing inilah parasit ini berkembang biak. Telurnya keluar bersama tinja dan sekali keluar bisa jutaan.

Telur toksoplasma mampu bertahan hidup setahun di tanah lembab dan panas. Jika telur tertelan manusia, di organ tubuh manusia telur membiak lalu masuk ke jaringan otak, jantung dan otot. Di sana telur akan berkembang menjadi kista.

Toksoplasma tidak hanya menginfeksi kucing tetapi juga kelinci, anjing, babi, burung, kambing dan mamalia lainnya. Bedanya, kista toksoplasma dalam daging manusia bukan sumber penularan. Sedangkan kista di daging mamalia dan burung biasanya di mangsa anjing atau kucing. Hewan ternak dan hewan pengerat tertular toksoplasma dari rumput yang tercemar tinja kucing.

Manusia yang tergolong pemakan segala (omnivora), termasuk daging kambing, kelinci, babi dan ternak lainnya sangat riskan tertular toksoplasma. Pasalnya pada daging yang dimakan tersebut tersimpan kista toksoplasmosis, apalagi daging yang terkena toksoplasmosis dimasak setengah atau sepertiga matang, bahkan dimakan mentah.

Namun bila daging tersebut dimasak matang, kemungkinan terkena toksoplasma sangat kecil. Kista toksoplasmosis di dalam daging baru mati dan tidak menulari kalau sudah dipanaskan lebih dari 66 derajat Celcius, atau sudah diasap,” jelas dr. Indra yang juga ketua Persatuan Androlog Indonesia (PADI).

Tak hanya menyantap atau yang bersentuhan dengan daging saja yang terinfeksi toksoplasma, kemudian menularkannya. Penularan juga bisa terjadi lewat transfusi darah yang tercemar toksoplasma.

Begitu juga kalau menerima cangkok organ dan organnya membawa kista toksoplasmosis. Cangkok jantung, ginjal, dan hati bisa menjadi ajang penularan toksoplasmosis.

Di dalam organ tubuh manusia, kista toksoplasmosis umumnya tidak bermasalah. Orang sehat yang terkena infeksi toksoplasma, biasanya tidak mengalami keluhan atau gejala yang berarti. Bahkan pengidap kista pun nyaris tidak mempunyai keluhan. Namun kista di jaringan dapat merusak organ.

Kondisi ini dipengaruhi oleh umur orang tersebut sewaktu terkena, seberapa ganas parasitnya, berapa besar jumlah parasit yang masuk ke tubuh, dan organ mana yang diserang. Kista dalam jaringan menetap seumur hidup.

Penderita toksoplasma terbagi dua, simptomatis (menunjukkan gejala klinis) dan asimptomatis (tanpa gejala). Keluhan yang muncul berupa pembesaran kelenjar getah bening di beberapa bagian tubuh, rasa lelah, nyeri kepala dan kadang-kadang demam. Namun ini semua bukanlah gejala yang khas,” ungkap dr. Indra.

Penderita yang tergolong simptomatis sangat kecil atau kurang lebih hanya berjumlah lima persen. Kalaupun ada gejala-gejala seperti itu akan hilang dengan sendirinya, asalkan sistem kekebalan tubuh harus berada pada tingkat yang optimal.

Sedangkan kelompok asimptomatis tampak sehat. Golongan ini terlihat baik-baik saja. Baru diketahui ketika mulai ada keluhan, seperti sulitnya untuk mempunyai anak. Padahal sudah menikan bertahun-tahun. Sayangnya, meski awalnya gejala itu ringan, namun pada akhirnya bukan tak mungkin gejala berubah menjadi serius bahkan fatal pada tubuh manusia.

Bisa menyerang spermatogenesis

Dr. Indra mengakui kalau sebagian besar masyarakat mengetahui tentang toksoplasma adalah hanya menyerang kaum hawa, dan momok yang menakutkannya adalah dapat menyebabkan kemandulan maupun bayi lahir cacat.

Padahal ternyata tak hanya kaum wanita, kaum pria pun dapat terkena penyakit ini. Efek yang dihasilkannya pun kurang lebih sama dengan apa yang dialami oleh kaum wanita.

Ironisnya, kaum Adam ini sering tak menyadari terinfeksi toksoplasma. Soalnya dengan daya tahan fisik yang lebih kuat dibanding wanita, pria sering acuh tak acuh dengan gejala yang muncul, karena biasanya hilang dengan sendirinya. Sebab sekalipun ada keluhan, pada penderita penyakti ini sering disangka TB (tuberkulosis) atau gejala penyakit influensa.

Penyakit yang disebabkan oleh hewan bersel satu (protozoa) yang bersifat parasit ini, bisa menyerang organ tubuh mana pun, termasuk organ reproduksi. Kemandulan menjadi dampak yang paling menakutkan, karena parasitisme menyerang spermatogenesis. Dan ini berpengaruh terhadap produksi sperma. Ciri-ciri yang paling bisa terlihat pada pria pengidap toksoplasmosis, spermanya cenderung jauh lebih kental dibandingkan pria sehat pada umumnya.

”Pada kasus yang lebih berat (disebut cerebral toxoplasmosis) akan terjadi sakit kepala yang berat, kejang otot, kelebihan cairan di otak (encephalitis), mati rasa pada salah satu sisi badan, perubahan kepribadian dan mood, serta gangguan penglihatan,” ungkapnya.

Obat membantu perangi toksoplasma

Karena hampir tak menimbulkan gejala yang khas itulah, seringkali membuat seseorang tak tahu jika dirinya terinfeksi virus tersebut. Padahal kita dapat mengetahui apakah kita terinfeksi virus toksoplasma atau tidak dengan melakukan tes darah, yaitu tes antibodi toksoplasma atau sering disebut tes TORCH (toksoplasma, rubella, cytomegallovirus, herpes).

Jika hasil tes tersebut dinyatakan terinfeksi tokso, kata dr. Indra, hal ini belum berarti kita menderita penyakit toksoplasmosis. Hal itu menunjukkan tubuh pria tersebut telah terproduksi antibodi toksoplasma. Namun, terinfeksi toksoplasma tersebut berarti penyakitnya akan berkembang di kemudian hari.

Oleh karena itu, bagi pria yang mempunyai penyakit-penyakit tertentu, seperti HIV/AIDS atau jantung, sebaiknya menjalani tes antibodi tokso untuk mengetahui risiko berkembangnya penyakit ini pada dirinya. Selain itu, pe meriksaan ini juga untuk menentukan pengobatan apa yang sesuai dengan dirinya.

Katub jantung bocor akibat virus toksoplasma, dr. Indra mencontohkan, pria tersebut selain harus melakukan pengobatan infeksi toksoplasma pada jantungnya. Dia juga harus melakukan beberapa tindakan medis untik memulihkan kekuatan katup jantungnya.

”Dikarenakan toksoplasma dapat menyerang bagian organ tubuh manapun, maka pengobatannya dilakukan dengan menyembuhkan dan memulihkan infeksi pada organ tubuh tersebut. Namun umumnya obat-obatan bisa membantu memerangi toksoplasma dengan dua cara. Pertama dengan menjaga sistem kekebalan, agar Anda menjadi lebih kuat. Dan yang kedua dengan obat-obatan tertentu bisa membantu pertahan tubuh melawan penyakit dalam waktu yang lama,” jelasnya.

Sayangnya, pemberian obat-obatan dapat mengakibatkan reaksi alergi serius jika kita tidak cocok. Pada beberapa orang, hal tersebut dapat mengakibatkan gangguan perut dan kurang darah.

Hindari sumber penyebab toksoplasma

Kendati pria rawan pula terinfeksi toksoplasma, bukan berarti toksoplasma tak dapat dicegah. Selain menjaga kebersihan tangan, makanan, dan binatang peliharaan, tokso dapat dicegah dengan obat-obatan.

Oleh karena itu, dr. Indra menyarankan untuk menghindari kesulitan akibat toksopolasma sebaiknya pria melakukan tes TORCH (Toksoplasma, tubella, cytomegallovirus, herspes). ”Ini untuk mengetahui ada-tidaknya penyakit ini sejak dini dan mempermudah penyembuhan,” imbuhnya.

Kaum pria juga sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Setidaknya dengan melakukan tes darah dapat menunjukkan jika Anda pernah terinfeksi oleh kuman tokso tersebut. Selainitu ceritakan pula pada dokter jika Anda melihat gejala-gejala tokso pada diri Anda. Dengan mewaspadai tanda–tanda itu dapat membuat dokter bersiaga menjaga kemungkinan Anda mengalami tokso. Semakin cepat Anda mendapat perawatan, akan lebih baik.

Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah menjaga sistem kekebalan dengan memakan makanan yang sehat, cukup istirahat dan olah raga, dan jauhi alkohol, rokok, serta obat bius. Tak hanya itu, hindari sumber-sumber yang sering menyebabkan tokso.

Jika Anda belum pernah terinfeksi virus toksoplasma, Anda tetap harus berhati-hati dan menghindarinya. Dua sumber utama yang menyebabkan tokso adalah kotoran kucing dan daging yang kurang matang atau mentah. (Agung Pramudyo).

Sumber : Sehat Plus/ No. 8 / vol. 3/ tahun 2005.

http://sehatbugar.multiply.com/journal/item/106/TOKSOPLASMA_Pada_Pria_Bisa_Bikin_Buta_Hingga_Mandul

  • Posted in: Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: