ROKOK DAN REMAJA

ROKOK DAN REMAJA


Merokok di dalam kendaraan umum
Meski semua orang tahu akan bahaya yang ditimbulkan akibat merokok, perilaku merokok tidak pernah surut dan tampaknya merupakan perilaku yang masih dapat ditolerir oleh masyarakat. Hal ini dapat dirasakan dalam kehidupan Merokok di dalam kendaraan umumsehari-hari di lingkungan rumah, kantor, angkutan umum maupun di jalan-jalan. Hampir setiap saat dapat disaksikan dan di jumpai orang yang sedang merokok. Bahkan bila orang merokok di sebelah ibu yang sedang menggendong bayi sekalipun orang tersebut tetap tenang menghembuskan asap rokoknya dan biasanya orang-orang yang ada disekelilingnya seringkali tidak perduli. Hal yang memprihatinkan adalah usia mulai merokok yang setiap tahun semakin muda. Bila dulu orang mulai berani merokok biasanya mulai SMP maka sekarang dapat dijumpai anak-anak SD kelas 5 sudah mulai banyak yang merokok secara diam-diam.
Bahaya Rokok
Kerugian yang ditimbulkan rokok sangat banyak bagi kesehatan. Tapi sayangnya masih saja banyak orang yang tetap memilih untuk menikmatinya. Dalam asap rokok terdapat 4000 zat kimia berbahaya untuk kesehatan, dua diantaranya adalah nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik (Asril Bahar, harian umum Republika, Selasa 26 Maret 2002 : 19). Racun dan karsinogen yang timbul akibat pembakaran tembakau dapat memicu terjadinya kanker. Pada awalnya rokok mengandung 8 – 20 mg nikotin dan setelah di bakar nikotin yang masuk ke dalam sirkulasi darah hanya 25 persen. Walau demikian jumlah kecil tersebut memiliki waktu hanya 15 detik untuk sampai ke otak manusia.
Figure 6. A Normal Chest X-Ray (doctors.net.uk)
Figure 7: An abnormal Chest X-Ray showing a cancer in the patient’s right lung (blue arrow) (doctors.net.uk)
Nikotin itu di terima oleh reseptor asetilkolin-nikotinik yang kemudian membaginya ke jalur imbalan dan jalur adrenergik. Pada jalur imbalan, perokok akan merasakan rasa nikmat, memacu sistem dopaminergik. Hasilnya perokok akan merasa lebih tenang, daya pikir serasa lebih cemerlang, dan mampu menekan rasa lapar. Sementara di jalur adrenergik, zat ini akan mengaktifkan sistem adrenergik pada bagian otak lokus seruleus yang mengeluarkan sorotonin. Meningkatnya serotonin menimbulkan rangsangan rasa senang sekaligus keinginan mencari rokok lagi. (Agnes Tineke, Kompas Minggu 5 Mei 2002: 22). Hal inilah yang menyebabkan perokok sangat sulit meninggalkan rokok, karena sudah ketergantungan pada nikotin. Ketika ia berhenti merokok rasa nikmat yang diperolehnya akan berkurang.
Efek dari rokok/tembakau memberi stimulasi depresi ringan, gangguan daya tangkap, alam perasaan, alam pikiran, tingkah laku dan fungsi psikomotor. Jika dibandingkan zat-zat adiktif lainnya rokok sangatlah rendah pengaruhnya, maka ketergantungan pada rokok tidak begitu dianggap gawat (Roan, Ilmu kedokteran jiwa, Psikiatri, 1979 : 33).
Tipe-tipe Perokok
Mereka yang dikatakan perokok sangat berat adlah bila mengkonsumsi rokok lebih dari 31 batang perhari dan selang merokoknya lima menit setelah bangun pagi. Perokok berat merokok sekitar 21-30 batang sehari dengan selang waktu sejak bangun pagi berkisar antara 6 – 30 menit. Perokok sedang menghabiskan rokok 11 – 21 batang dengan selang waktu 31-60 menit setelah bangun pagi. Perokok ringan menghabiskan rokok sekitar 10 batang dengan selang waktu 60 menit dari bangun pagi.

Menurut Silvan Tomkins (dalam Al Bachri,1991) ada 4 tipe perilaku merokok berdasarkan Management of affect theory, ke empat tipe tersebut adalah :
1. Tipe perokok yang dipengaruhi oleh perasaan positif.
Dengan merokok seseorang merasakan penambahan rasa yang positif. Green (dalam Psychological Factor in Smoking, 1978) menambahkan ada 3 sub tipe ini :
Pleasure relaxation, perilaku merokok hanya untuk menambah atau meningkatkan kenikmatan yang sudah didapat, misalnya merokok setelah minum kopi atau makan.
Stimulation to pick them up. Perilaku merokok hanya dilakukan sekedarnya untuk menyenangkan perasaan.
Pleasure of handling the cigarette. Kenikmatan yang diperoleh dengan memegang rokok. Sangat spesifik pada perokok pipa. Perokok pipa akan menghabiskan waktu untuk mengisi pipa dengan tembakau sedangkan untuk menghisapnya hanya dibutuhkan waktu beberapa menit saja. Atau perokok lebih senang berlama-lama untuk memainkan rokoknya dengan jari-jarinya lama sebelum ia nyalakan dengan api.

2. Perilaku merokok yang dipengaruhi oleh perasaan negatif.
Banyak orang yang menggunakan rokok untuk mengurangi perasaan negatif, misalnya bila ia marah, cemas, gelisah, rokok dianggap sebagai penyelamat. Mereka menggunakan rokok bila perasaan tidak enak terjadi, sehingga terhindar dari perasaan yang lebih tidak enak.

3. Perilaku merokok yang adiktif.
Oleh Green disebut sebagai psychological Addiction. Mereka yang sudah adiksi, akan menambah dosis rokok yang digunakan setiap saat setelah efek dari rokok yang dihisapnya berkurang. Mereka umumnya akan pergi keluar rumah membeli rokok, walau tengah malam sekalipun, karena ia khawatir kalau rokok tidak tersedia setiap saat ia menginginkannya.

4. Perilaku merokok yang sudah menjadi kebiasaan.
Mereka menggunakan rokok sama sekali bukan karena untuk mengendalikan perasaan mereka, tetapi karena benar-benar sudah menjadi kebiasaannya rutin. Dapat dikatakan pada orang-orang tipe ini merokok sudah merupakan suatu perilaku yang bersifat otomatis, seringkali tanpa dipikirkan dan tanpa disadari. Ia menghidupkan api rokoknya bila rokok yang terdahulu telah benar-benar habis.
Tempat merokok juga mencerminkan pola perilaku perokok. Berdasarkan tempat-tempat dimana seseorang menghisap rokok, maka dapat digolongkan atas:
1.Merokok di tempat-tempat Umum / Ruang Publik:

Kelompok homogen (sama-sama perokok), secara bergerombol mereka menikmati kebiasaannya. Umumnya mereka masih menghargai orang lain, karena itu mereka menempatkan diri di smoking area.
Kelompok yang heterogen (merokok ditengah orang-orang lain yang tidak merokok, anak kecil, orang jompo, orang sakit, dll). Mereka yang berani merokok ditempat tersebut, tergolong sebagai orang yang tidak berperasaan, kurang etis dan tidak mempunyai tata krama. Bertindak kurang terpuji dan kurang sopan, dan secara tersamar mereka tega menyebar “racun” kepada orang lain yang tidak bersalah.

2. Merokok di tempat-tempat yang bersifat pribadi:
Di kantor atau di kamar tidur pribadi. Mereka yang memilih tempat-tempat seperti ini sebagai tempat merokok digolongkan kepada individu yang kurang menjaga kebersihan diri, penuh dengan rasa gelisah yang mencekam.
Di toilet. Perokok jenis ini dapat digolongkan sebagai orang yang suka berfantasi
Mengapa Remaja Merokok?


Mengapa Remaja Merokok?
1. Pengaruh 0rangtua
Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia (Baer & Corado dalam Atkinson, Pengantar psikologi, 1999:294). Remaja yang berasal dari keluarga konservatif yang menekankan nilai-nilai sosial dan agama dengan baik dengan tujuan jangka panjang lebih sulit untuk terlibat dengan rokok/tembakau/obat-obatan dibandingkan dengan keluarga yang permisif dengan penekanan pada falsafah “kerjakan urusanmu sendiri-sendiri”, dan yang paling kuat pengaruhnya adalah bila orang tua sendiri menjadi figur contoh yaitu sebagai perokok berat, maka anak-anaknya akan mungkin sekali untuk mencontohnya. Perilaku merokok lebih banyak di dapati pada mereka yang tinggal dengan satu orang tua (single parent). Remaja akan lebih cepat berperilaku sebagai perokok bila ibu mereka merokok dari pada ayah yang merokok, hal ini lebih terlihat pada remaja putri (Al Bachri, Buletin RSKO, tahun IX, 1991).
2. Pengaruh Teman
Berbagai fakta mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja merokok maka semakin besar kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga dan demikian sebaliknya. Dari fakta tersebut ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama remaja tadi terpengaruh oleh teman-temannya atau bahkan teman-teman remaja tersebut dipengaruhi oleh diri remaja tersebut yang akhirnya mereka semua menjadi perokok. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang-kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok (Al Bachri, 1991)

3. Faktor Kepribadian
Orang mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari kebosanan. Namun satu sifat kepribadian yang bersifat prediktif pada pengguna obat-obatan (termasuk rokok) ialah konformitas sosial. Orang yang memiliki skor tinggi pada berbagai tes konformitas sosial lebih mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang memiliki skor yang rendah (Atkinson, 1999).

4. Pengaruh Iklan
Melihat iklan di media massa dan elektronik yang menampilkan gambaran bahwa perokok adalah lambang kejantanan atau glamour, membuat remaja seringkali terpicu untuk mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut. (Mari Juniarti, Buletin RSKO, tahun IX,1991).

Upaya Pencegahan
Dalam upaya prevensi, motivasi untuk menghentikan perilaku merokok penting untuk dipertimbangkan dan dikembangkan. Dengan menumbuhkan motivasi dalam diri remaja berhenti atau tidak mencoba untuk merokok, akan membuat mereka mampu untuk tidak terpengaruh oleh godaan merokok yang datang dari teman, media massa atau kebiasaan keluarga/orangtua.

Meskipun orang tuamu merokok, kamu tidak perlu harus meniru, karena kamu mempunyai akal yang dapat kamu pakai untuk membuat keputusan sendiri.

Iklan-iklan merokok sebenarnya menjerumuskan orang. Sebaiknya kamu mulai belajar untuk tidak terpengaruh oleh iklan seperti itu.

Kamu tidak harus ikut merokok hanya karena teman-temanmu merokok. Kamu bisa menolak ajakan mereka untuk ikut merokok.

Perilaku merokok akan memberikan dampak bagi kesehatan secara jangka pendek maupun jangka panjang yang nantinya akan ditanggung tidak saja oleh diri kamu sendiri tetapi juga akan dapat membebani orang lain (misal: orangtua)
Agar remaja dapat memahami pesan-pesan tersebut maka dalam kampanye anti merokok perlu disertai dengan beberapa pelatihan, seperti:
Ketrampilan berkomunikasi
Kemampuan untuk membuat keputusan sendiri
Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan rasa cemas/anxietas
Pelatihan untuk berperilaku assertif
Kemampuan untuk menghadapi tekanan dari kelompok sebaya, dll

Dengan cara-cara diatas remaja akan diajak untuk dapat memiliki kemampuan dan kepercayaan diri dalam menolak berbagai godaan untuk merokok, baik yang datang dari media massa, teman sebaya maupun dari keluarga. Melarang, menghukum, atau pun memaksa remaja untuk tidak merokok hanya akan memberikan dampak yang relatif singkat karena tidak didasari oleh motivasi internal si remaja.
Oleh : Zainun Mutadin, SPsi. MSi.
Jakarta, 6/5/2002

Bahaya rokok dan jantung
Wahai Para Perokok! Sayangilah Jantungmu!

Di Amerika Serikat, diperkirakan 500.000 perokok per tahunnya meninggal  disebabkan serangan jantung; yakni sekitar 75% dari jumlah pasien yang meninggal karena serangan jantung pada umumnya.

Bahaya terbesar yang diakibatkan oleh kebiasaan merokok adalah rentannya jantung dan pembuluh darah perokok dalam mengalami gangguan yang umumnya menyebabkan kematian.

Gaya hidup modern juga ditengarai mampu mengusik ketenagan jantung dan pembuluh darah, hingga tubuh pun tidak bisa memiliki ketahanan yang prima. Kecemasan, depresi, gaya hidup yang serba instan, kemacetan dan di mana banyak individu mulai cenderung lebih banyak mengkonsumsi lemak  ataupun makanan dengan beragam zat kimiawi yang berbahaya turut pula menurunkan daya tahan tubuh. Maka, masalah akan bertambah kompleks bila disertai dengan bahaya yang ditimbulkan  pada jantung dari kebiasaan merokok; terlebih bila sang perokok selalu meminum teh dan kopi. Sesungguhnya pada saat itulah ia sedang menyumbat kerja jantung. Dengan demikian, seolah ia sedang mengarahkan diri pada suatu penyakit yang sangat berbahaya. Karena itu, sayangilah jantungmu wahai perokok!

Bahaya rokok pada kesehatan jantung dan pembuluh darah.

v      Mudah Lelah dan Hipertensi

Nikotin yang dihisap seorang perokok mampu mengeluarkan catecholamines dari tubuh, yakni kumpulan zat kimiawi yang sangat dibutuhkan tubuh. Diantaranya adalah hormon adrenalin.

Keluarnya adrenalin dalam jumlah besar ini mampu mempengaruhi kerja darah; diantaranya menyebabkan denyut jantung berdetak lebih cepat sekitar 15-20 kali lipat per menitnya dan berdampak pada meningkatnya tekanan  darah (hipertensi) sekitar 10-20 jenjang.

Hal ini mengindikasikan adanya kerja rodi organ jatung seorang perokok dalam menyalurkan darah ke semua organ tubuh lainnya sebagai imbas dari meningkatnya detakan yang diakibatkan oleh meningkatnya adrenalin yang keluar. Dengan demikian pula, kadar darah yang dibutuhkan pun meningkat untuk mengimbangi aktivitas yang besar. Dari sini muncul masalah lainya; bila pembuluh darah tidak sepenuhnya prima dan tidak mampu menyalurkan darah yang cukup ke organ jantung, maka secara tidak langsung, kerja jantung melemah dan tubuh pun tidak akan mampu melakukan tugas rutinitasnya dengan baik.

v  Infeksi pada Pembuluh Darah dan Rentan Terhadap Serangan Jantung

Adrenalin yang berlebihan bisa mempengaruhi kerja sel darah, yakni dengan membuatnya memiliki tingkat keasaman (free fatty acids) yang cukup tinggi, hingga darah pun menjadi kental. Kekentalannya membuatnya melekat pada dinding pembuluh darah layaknya kolesterol yang berlebih. Akibatnya pembuluh darah mengeras. Pembuluh darah yang mengeras adalah pembuluh darah yang memberi asupan nutrisi pada organ jantung. Hal ini berimbas pada terhambatnya nutrisi plus oksigen yang seharusnya diterima oleh organ jantung dari pembuluh darah  dan inilah yang memicu serangan jantung.

Bahaya lain yang ditimbulkan  dari kebiasaan merokok lainnya adalah keadaan kesakitan yang sangat hebat di punggung saat tubuh melakukan tugas berat dan bahkan secara perlahan bisa menyebabkan kematian bagi penderitannya bila tidak melepaskan diri dari ketergantungan  merokok dan tidak mengobatinya.

v  Baby blues dan kesulitan bernafas.

 Karbon monoksida adalah gas beracun yang dihasilkan dari pembakaran rokok; dan termasuk juga bahan yang sangat berbahaya dan merupakan limbah pabrik. Bila pada masa kini kita memerangi polusi lingkungan  termasuk di dalamnya memerangi peredaran karbon monoksida secara bebas dan sejenisnya maka secara tidak langsung seharusnya kita memerangi kebiasaan merokok di lingkungan kita. Suatu penelitian telah membuktikan bahwa gas karbon monoksida yang dihasilkan dari rokok 64 kali lebih banyak dari yang di perbolehkan peredarannya pada suatu pabrik yang mengeluarkan limbah dalam bentuk asap.

Bahaya yang ditimbulkan dari gas karbon monoksida ini adalah karena menghambat keberadaan oksigen yang dihirup melalui proses bernafas, sehingga tidak bisa disalurkan bersamaan dengan darah merah ke setiap organ tubuh. Dengan keberadaan gas karbon monoksida dalam tubuh berarti mengurangi kadar oksigen yang seharusnya disalurkan asupannya ke setiap organ tubuh yang membutuhkannya. Kadar gas karbon monoksida yang ada dalam tubuh perokok aktif berkisar 5-10 kali lipat dari kadar yang dibutuhkan tubuh. Dengan demikian, kesulitan bernafas akan kerap dialami oleh mereka yang merokok bahkan mereka pun akan mengalami “ baby blues”, yakni tampak membirunya beberapa organ tubuh, khususnya pada bibir dan permukaan lidah.

v  Menghambat  jalannya peredaran darah

 Rokok tidak hanya membahayakan pembuluh darah vena yang mengelilingi paru-paru saja, tapi juga membahayakan kapiler karena penyempitan dan penebalan yang ada padanya. Dengan kondisi tersebut, penyaluran darah dan oksigen ke otak mengalami hambatan yang kesemuanya itu disebabkan oleh hilangnya oksigen sebagai bias dari meningkatnya kadar karbon monoksida dalam aliran darah. Ujung dari semuanya itu adalah tubuh seorang perokok aktif akan tampak mudah lelah; ia akan selalu merasa pusing dan tidak mampu berkonsentrasi penuh.

Penyempitan pada kapiler ini menghambat nutrisi yang seharusnya diterima oleh organ lutut, hingga akhirnya aliran otot dalam tubuh tidak mampu melakukan tugasnya dengan baik dan darah pun tidak tersalurkan dengan baik pada organ kaki.

Sumber: Buku Tobat Merokok, Dr. Aiman Husaini

Bottom of Form
dr. noviana
Sebuah introspeksi diri dan wacana fatwa MUI tentang haram rokok
Mengkritisi sebuah siaran infotainment di salah satu televisi swasta tentang sebuah wacana fatwa MUI mengenai haramnya rokok bagi yang berusia 18 tahun ke bawah, membuat banyak orang yang menanggapi secara pro dan kontra. Sebuah dilematis tersendiri dimana seakan-akan dosa itu mengenal usia.
Sebelumnya mari kita bersama-sama kembali mendalami tentang rokok dan hukumnya di dalam Islam.
Rokok dan kandungannya….
Berikut ini adalah gambar dari kandungan dalam rokok :

Sedangkan racun utama pada rokok dan asap rokok adalah :
–          Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru
–          Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini juga bersifat karsinogen dan dapat memicu kanker paru-paru
–          Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen sehingga tubuh menjadi kekurangan oksigen. Padahal oksigen disini sangat diperlukan  dalam kehidupan sel tubuh manusia.
Perlu diperjelas disini bahwa yang dimaksud dengan zat adiktif itu sama dengan candu. Orang yang mengkonsumsi zat ini akan membuatnya ketagihan/kecanduan dan menambah dosis/jumlah yang dia butuhkan.
Nikotin berpengaruh terhadap kepuasan di otak yang menyebabkan perokok terangsang pada tingkatan awal. Nikotin meningkatkan dopamine yang berhubungan dengan pusat emosi di otak. Sehingga banyak perokok yang seakan-akan merasa tenang, mendapat inspirasi setelah merokok atau menghilangkan stress. Tapi perlu diingat disini bahwa nikotin juga menyebabkan peningkatan denyut jantung, kontriksi (pengecilan) pembuluh darah dan kenaikan tekanan darah, serta peningkatan kepekatan asam lemak dalam darah yang menyebabkan sumbatan pembuluh darah arteri.
Beredarnya rokok dengan kadar nikotin rendah di pasaran, tidaklah menyelesaikan permasalahan karena nikotin ini merupakan zat adiktif, sehingga untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif ini, seorang perokok justru cenderung menghisap roko lebih dalam, lebih keras dan lebih lama.
Ada sebuah istilah bijak tentang rokok bahwa Tidak ada batas aman bagi perokok dan bagi orang yang terpapar asap rokok.
Tar  apabila masuk ke dalam tubuh akan diubah oleh hati menjadi epoksida yang sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan perubahan pada struktur DNA sehingga pertumbuhan sel menjadi tidak normal.
Vinyl chloride, benzo (a) pyrenes dan nitroso-nor-nicotine merupakan zat-zat karsinogen (pemicu kanker) yang terkandung dalam rokok. Survey dalam beberapa dekade menunjukkan bahwa satu-satunya penyebab mayoritas kanker paru-paru adalah asap rokok. Berikut ini adalah grafik-grafik dari berbagai penelitian menunjukkan korelasi positif dan sangat konsisten bahwa satu-satunya penyebab kanker paru-paru secara umum adalah konsumsi rokok (lihat file rokok21)
Kematian yang terjadi karena penyebaran kanker melalui peredaran darah sehingga posisi paru-paru menyebabkan kanker mudah menyebar ke seluruh tubuh.
Inilah data-data yang ada tentang rokok dan kandungannya.
Sekarang mari kita bersama-sama mendalami tentang hukumnya di dalam Islam
Berawal dari hadist :
“Setiap yang memabukkan itu adalah haram” H/R Muslim.
“Setiap sesuatu yang memabukkan maka bahan tersebut itu adalah haram”. H/R al-Bukhari, Muslim dan Abu Daud.
“Apa saja yang pada banyaknya memabukkan, maka pada sedikitnya juga adalah haram”. H/R Ahmad, Abu Daud dan Ibn Majah.
Rokok tidak dikenal dalam zaman Rasulullah, tidak seperti arak, tapi bukan berarti kita tidak menganalisis tentang kandungan rokok. Di atas telah diterangkan tentang nikotin dalam rokok yang merupakan zat adiktif/candu yang merupakan sejenis zat kimia yang memabukkan. Setiap yang memabukkan apabila dimakan, diminum, dihisap atau disuntik pada seseorang maka dikategorikan sebagai candu.
“Pasti akan berlaku di kalangan manusia-manusia dari umatku, meneguk (minum/hisap/sedut/suntik) arak kemudian mereka menamakannya dengan nama yang lain”. H/R Ahmad dan Abu Daud.
Memanglah rokok dan arak tidak sama pada ejaan dan rupanya, tetapi hukum dari kesan bahan yang memabukkan yang terkandung di dalam kedua-dua benda ini (rokok dan arak) tidak berbeda di segi syara karena kedua benda ini tetap mengandungi bahan yang memabukkan dan memberi kesan yang memabukkan kepada pengguna.
“Sesungguhnya syaitan termasuk hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran khamar/arak dan judi itu dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang. Apakah kamu tidak mau berhenti?”. Al Maidah:91.
Ada yang beranggapan bahwa rokok setaraf klasifikasinya dengan arak boleh dijadikan obat untuk mengurangi rasa tekanan jiwa, tekanan perasaan, kebosanan dan mengantuk. Sebenarnya rokok tidak pernah dibuktikan sebagai penawar atau dapat dikategorikan sebagi obat karena setiap benda haram apabila dibuktikan mengandung bahan memabukkan tidak akan menjadi obat, sebagaimana hadits Nabi s.a.w: “Telah berkata Ibn Masoud tentang benda yang memabukkan : Sesungguhnya Allah tidak akan menjadikan obat bagi kamu pada benda yang Ia telah haramkan kepada kamu”. H/R al-Bukhari.
“Sesungguhnya arak itu bukan obat tetapi penyakit”. H/R Muslim dan Turmizi.

Dari data-data diatas telah tampak jelas bahwa rokok beserta kandungannya tidak membawa efek positif  bagi umat manusia justru menjadi mudharat dan harus kita tinggalkan.
Apakah kamu tidak mau berhenti?”. Al Maidah:91.
Mari kita sama-sama introspeksi dan menilai secara obyektif tentang hukum rokok.
Apakah kita akan mendukung fatwa MUI tentang haramnya rokok bagi yang berusia 18 tahun ke bawah? Lalu bagaimana dengan perokok yang berusia di atas 18 tahun?
Apakah kita harus terus berdiam diri saat di samping kita atau di sekitar kita ada orang yang merokok? Apakah kita mau menjadi perokok pasif? Apakah kita mau dirugikan oleh orang lain yang jelas-jelas merugikan kesehatan kita?

Pro dan kontra terus mengalir diiringi kebijakan-kebijakan. Industri rokok yang terancam musnah diikuti dengan polemik adanya banyak pengangguran. Polemik yang dibuat oleh sebagian yang tidak bisa lepas dari candu rokok. Polemik yang dibuat oleh sebagian yang merasa terganggu oleh asap rokok. Polemik tentang….
Mari kita sama-sama berpikir dan tegas terhadap apa yang baik untuk kita dan lingkungan kita. Masih perlukah fatwa MUI bila kita sendiri sudah bisa menentukan tentang hukum rokok dan mengambil keputusan terbaik dalam kehidupan kita.
Allohu a’lam. 

 PENGGUNAAN OBAT BEBAS PADA KEHAMILAN
Obat bebas adalah obat jadi yang dapat diperoleh secara bebas, tanpa resep dokter. Penggunaan obat bebas harus tepat, baik peruntukkannya (indikasi, jenis penyakit atau gangguan kesehatan yang diobati) maupun kondisi pasiennya agar dapat diperoleh efek yang diharapkan secara maksimal dan meminimalkan efek yang tidak diharapkan.  Penggunaan obat bebas pada wanita hamil harus memperhitungkan keberadaan obat di dalam tubuh janin karena beberapa jenis bahan aktif dalam obat bebas mudah diserap dan didistribusikan ke seluruh tubuh, termasuk janin di dalam kandungan. Keberadaan obat di dalam tubuh janin dapat menimbulkan efek yang merugikan pada janin dalam kandungan.
 OBAT NYERI
        Paling aman untuk ibu hamil : Parasetamol atau acetaminophen. Efektif untuk nyeri yang tajam. Kerusakan pada hati akibat parasetamol hanya terjadi pada dosis besar (Katzung, 1998).
        NSAIDs (Non steroidal anti-inflammatory drugs) : mefenamat, ketofenamat, indometasin, diklofenak, ibuprofen, ketoprofen, naproxen dan asetosal dapat menyebabkan efek samping lebih banyak daripada parasetamol, sebaiknya tidak digunakan pada wanita hamil apalagi tidak ada tanda radang atau inflamasi.
        Asetosal atau aspirin jangan diberikan pada wanita hamil terutama hamil tua karena dapat menyebabkan ulkus lambung, nyeri ulu hati dan menghambat pembekuan darah sehingga perdarahan sukar berhenti yang akan membahayakan wanita hamil pada periode dekat dengan saat persalinan (Hauth et al.,1995; Katzung, 1998; Macones et al., 2001).
        Indometasin biasanya diberikan pada wanita hamil untuk nyeri leiomioma degeneratif atau sebagai tokolitik. Efek samping : dapat menyebabkan oligohidramnion dan penutupan duktus arteriosus lebih dini yang berakibat timbul hipertensi sirkulasi kecil (hipertensi pulmonal), nefrotoksik pada fetus dan hemoragia periventrikuler (Macones et al., 2001).  
OBAT PELEGA HIDUNG TERSUMBAT (DEKONGESTAN)
Pseudoefedrin jangan diberikan pada wanita hamil trimester pertama karena dapat menimbulkan gastroschisis akibat vasokonstriksi yang dapat berpengaruh pada aliran darah ke janin (Werler et al. 1992; Smith et al., 1990). Pseudoefedrin dapat digunakan pada wanita hamil asal tidak pada trimester pertama kehamilan (Black and Hill, 2003). 
OBAT ANTI ALERGI
        Yang dianjurkan untuk wanita hamil : Klorfeniramin dan tripenelamin (Black and Hill, 2003).
        Difenhidramin sebagai obat batuk akibat alergi tidak dianjurkan untuk wanita hamil pada trimester pertama karena dapat menimbulkan palatoschisis (Theis and Koren, 1997). Pada dosis besar, difenhidramin dapat meningkatkan kontraksi uterus (Brost et al., 1996).   
OBAT DIARE
        Penggunaan kaolin, pectin dan atapulgit umumnya tidak memepengaruhi kehamilan. Tetapi penggunaan kaolin jangka lama dapat menghambat absorpsi zat besi sehingga dapat menimbulkan anemia (Patterson and Staszak, 1977).
        Loperamid pada wanita hamil trimester pertama pernah dilaporkan insidensi malformasi jantung pada janin dalam kandungan (Thein and Koren, 1997; Briggs et al, 1998) 
OBAT MAAG
        Antasida berisi campuran antara Alumunium hidroksida dan Magnesium hidroksida. Penggunaan alumunium hidroksida jangka lama dapat menyebabkan gangguan perkembangan janin dalam kandungan tetapi beberapa ahli menilai datanya tidak valid (Gilbert-Barness et al., 1998). Sedangkan magnesium hidroksida yang mempunyai efek tokolitik tidak merugikan kehamilan (Black and Hill, 2003).
        Obat penghambat sekresi asam lambung golongan H2 blockers seperti simetidin, ranitidine, famotidin dan nizatidin).

SKABIES
Skabies adalah penyakit kulit yang mudah menular. Orang jawa sering menyebutnya gudig. Penyebabnya adalah Sarcoptes scabei. Cara penularan penyakit ini adalah melalui kontak langsung dengan penderita atau tidak langsung melalui alat-alat yang dipakai penderita, misal : baju, handuk, dll.
Gejala klinis yang sering menyertai penderita adalah :
Gatal yang hebat terutama pada malam hari sebelum tidur
Adanya tanda : papula (bintil), pustula (bintil bernanah), ekskoriasi (bekas garukan), bekas-bekas lesi yang berwarna hitam
Dengan bantuan loup (kaca pembesar), bisa dilihat adanya kunikulus atau lorong di atas papula (vesikel atau plenthing/pustula)
Predileksi atau lokasi tersering adalah pada sela-sela jari tangan, bagian fleksor pergelangan tangan, siku bagian dalam, lipat ketiak bagian depan, perut bagian bawah, pantat, paha bagian dalam, daerah mammae/payudara, genital, dan pinggang.
Pada pria khas ditemukan pada penis sedangkan pada wanita di aerola mammae. Pada bayi bisa dijumpai pada daerah kepala, muka, leher, kaki dan telapaknya.
Pemariksaan adanya skabies atau Sarcoptes scabei dengan cara :
Melihat adanya burrow dengan kaca pembesar
Papula, vesikel yang dicurigai diolesi pewarna (tinta) kemudian dicuci dengan pelarutnya sehingga terlihat alur berisi tinta
Melihat adanya sarcoptes dengan cara mikroskopis, yaitu ;
Atap vesikelnya diambil lalu diletakkan di atas gelas obyek terus ditetesi KOH 30%, ditutup dengan gelas penutup dan diamati dengan mikroskop.
Papula dikorek dengan skalpel pada ujungnya kemudian diletakkan pada gelas obyek lalu ditutup dan diamati dengan mikroskop.
Pengobatan skabies yang terutama adalah menjaga kebersihan untuk membasmi skabies (mandi dengan sabun, sering ganti pakaian, cuci pakaian secara terpisah, menjemur alat-alat tidur, handuk tidak boleh dipakai bersama, dll)
Obat antiskabies yang sering dipakai adalah :
Preparat yang mengandung belerang
Emulsi benzoate benzilicus 25%
Gamma benzene hexachloride 0,5%-1%

WAHAM/DELUSI
Semaraknya aliran sesat saat ini, membuat saya ingin sekali mengungkapkan apa itu waham atau delusi. Dalam ilmu kedokteran jiwa, dikatakan bahwa waham sering dijumpai pada penderita gangguan mental yang merupakan salah satu dari gejala gangguan isi pikir. Waham atau delusi merupakan keyakinan palsu yang timbul tanpa stimulus luar yang cukup dan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : Tidak realistik, Tidak logis, Menetap, Egosentris, Diyakini kebenarannya oleh penderita, Tidak dapat dikoreksi, Dihayati oleh penderita sebagai hal yang nyata, Penderita hidup dalam wahamnya itu, Keadaan atau hal yang diyakini itu bukan merupakan bagian sosiokultural setempat Waham ada berbagai macam, yaitu :
Waham kendali pikir (thought of being controlled). Penderita percaya bahwa pikirannya, perasaan atau tingkah lakunya dikendalikan oleh kekuatan dari luar.
Waham kebesaran (delusion of grandiosty). Penderita mempunyai kepercayaan bahwa dirinya merupakan orang penting dan berpengaruh, mungkin mempunyai kelebihan kekuatan yang terpendam, atau benar-benar merupakan figur orang kuat sepanjang sejarah (misal : Jendral Sudirman, Napoleon, Hitler, dll).
Waham Tersangkut. Penderita percaya bahwa setiap kejadian di sekelilingnya mempunyai hubungan pribadi seperti perintah atau pesan khusus. Penderita percaya bahwa orang asing di sekitarnya memperhatikan dirinya, penyiar televisi dan radio mengirimkan pesan dengan bahasa sandi.
Waham bizarre, merupakan waham yang aneh. Termasuk dalam waham bizarre, antara lain : Waham sisip pikir/thought of insertion (percaya bahwa seseorang telah menyisipkan pikirannya ke kepala penderita); waham siar pikir/thought of broadcasting (percaya bahwa pikiran penderita dapat diketahui orang lain, orang lain seakan-akan dapat membaca pikiran penderita); waham sedot pikir/thought of withdrawal (percaya bahwa seseorang telah mengambil keluar pikirannya); waham kendali pikir;waham hipokondri 
Waham Hipokondri. Penderita percaya bahwa di dalam dirinya ada benda yang harus dikeluarkan sebab dapat membahayakan dirinya.
Waham Cemburu. Cemburu disini adalah cemburu yang bersifat patologis
Waham Curiga. Curiga patologis sehingga curiganya sangat berlebihan
Waham Diancam. Kepercayaan atau keyakinan bahwa dirinya selalu diikuti, diancam, diganggu atau ada sekelompok orang yang memenuhinya.
Waham Kejar. Percaya bahwa dirinya selalu dikejar-kejar orang
Waham Bersalah. Percaya bahwa dirinya adalah orang yang bersalah
Waham Berdosa. Percaya bahwa dirinya berdosa sehingga selalu murung
Waham Tak Berguna. Percaya bahwa dirinya tak berguna lagi sehingga sering berpikir lebih baik mati (bunuh diri)
Waham Kiskin. Percaya bahwa dirinya adalah orang yang miskin.

ROSEOLA INFANTUM
Penyakit yang ini sering diderita pada bayi dari usia 6 bulan sampai 3 tahun. Penyakit ini sempat membuat para ibu khawatir dan cemas berlebihan, karena pada awalnya (fase prodromal) anak ini mengalami panas tinggi 39,4-40,6° Celsius. Bahkan, 5-15% diantara mereka mengalami kejang disebabkan demam.
Roseola infantum merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus herpes tipe 6 dan 7. Virus ini disebarkan melalui percikan ludah penderita. Masa inkubasi (masa dari mulai terinfeksi sampai timbulnya gejala) adalah sekitar 5-15 hari.
Biasanya penyakit ini berlangsung selama 1 minggu.
Bisa terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di belakang kepala, leher sebelah samping dan di belakang telinga. Limpa juga agak membesar.
Pada hari keempat, demam biasanya mulai turun.
Sekitar 30% anak memiliki ruam (kemerahan di kulit), yang mendatar maupun menonjol, terutama di dada dan perut dan kadang menyebar ke wajah, lengan dan tungkai.
Ruam ini tidak menimbulkan rasa gatal dan berlangsung selama beberapa jam sampai 2 hari.
Disinilah yang harus diperhatikan, pada roseola infantum ruam ini muncul setelah demam reda. Sedangkan pada campak, ruam ini muncul saat penderita masih demam.
Karena penyakit ini disebabkan oleh virus, maka pengobatan dengan antibiotik tidak diperlukan. Terapi pada kasus ini hanyalah untuk menurunkan demamnya. Pemberian asetaminofen atau parasetamol atau ibuprofen relatif aman untuk menurunkan demam. Sedangkan, pemberian aspirin pada anak-anak sangat tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan sindroma Reye. Sebaiknya anak dikompres dengan menggunakan handuk atau lap yang telah dibasahi dengan air hangat (suam-suam kuku). Jangan menggunakan es batu, air dingin, alkohol maupun kipas angin.
Usahakan agar anak minum banyak air putih atau potongan-potongan es batu, larutan elektrolit atau kaldu. Selama demam, sebaiknya anak menjalani tirah baring.
Bila anak mengalami kejang demam, segera hubungi rumah sakit atau dokter terdekat untuk penanganan kejang. Intinya, jangan panik dan tetap tenang. Jika penyakit ini terjadi pada pasien dengan sistem kekebalan rendah, maka dokter sering memberikan obat antiviral supaya tidak bertambah parah.
ENDOMETRIOSIS
Endometrium merupakan jaringan yang membatasi bagian dalam rahim. Tetapi apabila endometrium ini kemudian berada tidak pada tempatnya misal di saluran telur, ini bisa menimbulkan bahaya. Inilah yang sering kita sebut dengan endometriosis. Berdasarkan letaknya, endometriosis ini dibagi menjadi dua yaitu : Endometriosis interna dan Endometriosis eksterna. Endometriosis interna (adenomyosis) adalah penyakit yang disebabkan adanya jaringan endometrium di dalam myometrium. Sedangkan, endometriosis eksterna merupakan penyakit yang disebabkan adanya jaringan endometrium di luar rongga rahim (tuba faloppi, ovarium, dsb). Bagaimana bisa jaringan endometrium yang seharusnya ada di dalam rahim, kok bisa keluar ya? Bicara masalah penyebab, kita tidak pernah tahu pasti. Tapi menurut teori yang ada, banyak kemungkinan yang ada yaitu :
Menstruasi retrograd, di mana sebagian aliran darah menstruasi dari rahim keluar ke rongga perut melalui tuba
Gangguan sistem kekebalan yang memungkinkan sel-sel endometrium melekat dan berkembang
Kelainan genetis
Jaringan endometrium menyebar melalui sistem kelenjar getah bening dan aliran darah
Faktor lingkungan, misalnya paparan terhadap dioxin
Gejala yang sering timbul :
Nyeri, hebatnya nyeri ditentukan oleh lokasi endometriosis
nyeri pada saat menstruasi
nyeri selama dan sesudah hubungan intim
nyeri ovulasi nyeri pada pemeriksaan dalam oleh dokter
Perdarahan
perdarahan banyak dan lama pada saat menstruasi
spotting sebelum menstruasi
menstruasi yang tidak teratur
darah menstruasi yang berwarna gelap yang keluar sebelum menstruasi atau di akhir menstruasi
Keluhan buang air besar dan kecil
nyeri pada saat buang air besar
darah pada feces
diare, konstipasi dan kolik
nyeri sebelum, pada saat dan sesudah buang air kecil
Endometrium yang ada pada endometriosis ini bisa masih aktif berfungsi tetapi bisa juga non-aktif. Bila ternyata masih aktif, maka akan mengikuti siklus menstruasi, setiap bulan jaringan di luar rahim ini mengalami penebalan dan perdarahan. Perdarahan ini tidak mempunyai saluran keluar seperti darah menstruasi, tapi terkumpul dalam rongga panggul dan menimbulkan nyeri. Jaringan endometriosis dalam ovarium menyebabkan terbentuknya kista coklat. Akibat peradangan jaringan secara kronis, terbentuk jaringan parut dan perlengketan organ-organ reproduksi. Sel telur sendiri terjerat dalam jaringan parut yang tebal sehingga tidak dapat dilepaskan. Sepertiga penderita endometriosis tidak mempunyai gejala apapun selain infertilitas. Infertilitas yang terjadi pada endometriosis ini disebabkan karena :
Parameter Hormonal. Dibandingkan dengan siklus normal, fase folikular penderita endometriosis lebih singkat, kadar estradiol lebih rendah, dan nilai puncak produksi LH (LH surge) berkurang. Folikel yang terbentuk pada saat LH surge cenderung berukuran lebih kecil.
Luteinized Unruptured Follicle Syndrome (LUF). LUF adalah kegagalan pelepasan sel telur dari ovarium.
Pengaruh Peritoneal. Pada penderita endometriosis ditemukan peningkatan jumlah dan aktivitas cairan peritoneum dan makrofag peritoneum.
Sistem Kekebalan. Endometriosis mempengaruhi sistem kekebalan dan secara langsung bisa mengakibatkan infertilitas.
Produksi Prostaglandin. Prostaglandin diduga dihasilkan oleh sel-sel endometriosis muda, menyebabkan spasme atau kontraksi otot. Akibat pengaruh prostaglandin, tuba menjadi kaku dan tidak dapat mengambil sel telur yang dihasilkan ovarium serta terjadi penolakan perlekatan janin dalam rahim. Selain itu gerakan sperma juga berkurang sehingga mempengaruhi kemampuannya menembus sel telur.
Turn Site Previews Off

Iklan
  • Posted in: Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: